Sibayaktoto

Situs Toto Togel 777 Terpercaya

Cabor Prioritas Indonesia Naik Jadi 21, Erick Thohir Beberkan Fokus Baru

Cabor prioritas Indonesia, Menpora Erick Thohir memaparkan rencana penambahan cabang olahraga dari 17 menjadi 21 di kantor Kemenpora

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali merapikan peta cabor prioritas Indonesia. Menpora Erick Thohir menyebut, daftar cabang olahraga yang mendapat perhatian khusus negara akan bertambah dari 17 menjadi 21 cabor. Langkah ini diharapkan membuat pembinaan atlet lebih terarah dan efektif menuju ajang-ajang internasional.

Cabor prioritas Indonesia, Menpora Erick Thohir memaparkan rencana penambahan cabang olahraga dari 17 menjadi 21 di kantor Kemenpora

Alasan Erick Thohir Menambah Cabor Prioritas Indonesia

Erick menjelaskan, perubahan peta cabor prioritas Indonesia dilakukan setelah mengevaluasi hasil SEA Games, Asian Games, hingga kualifikasi Olimpiade terakhir. Ada cabang yang menunjukkan lonjakan prestasi, sementara beberapa cabor baru mulai rutin menyumbang medali di level internasional.

Menurutnya, negara harus berani menyesuaikan fokus. Jika atlet dan federasi menunjukkan komitmen, fasilitas dan anggaran juga perlu mengikuti. Dengan menambah jumlah cabor prioritas, Erick ingin memastikan talenta di berbagai daerah tidak terabaikan hanya karena belum masuk daftar lama.

Dari 17 Jadi 21 Cabor, Apa Saja yang Diutamakan?

Meski daftar resmi masih menunggu finalisasi, Menpora memberi gambaran bahwa 21 cabor prioritas Indonesia tetap akan didominasi cabang potensial penyumbang medali di multi event. Cabang permainan seperti bulu tangkis, sepak bola, bola basket, dan voli tetap jadi andalan.

Di sisi lain, beberapa cabor individu yang performanya rutin stabil – seperti panjat tebing, angkat besi, wushu, dan senam – disebut bakal tetap masuk radar prioritas. Erick juga membuka peluang untuk menambah cabor baru yang berkembang pesat, misalnya e-sports atau cabang bela diri tertentu, selama punya peta jalan pembinaan yang jelas.

Kriteria Penetapan Cabor Prioritas Indonesia

Kemenpora menggunakan beberapa indikator sebelum menaikkan status sebuah cabang menjadi cabor prioritas Indonesia. Pertama, rekam jejak medali di level SEA Games, Asian Games, dan kejuaraan dunia. Kedua, jumlah atlet elit yang sudah mendekati standar Olimpiade.

Selain itu, kesiapan federasi juga ikut dinilai. Federasi yang punya manajemen profesional, kalender kompetisi nasional, serta program pembinaan usia dini yang terukur akan lebih mudah mendapatkan status prioritas. Erick menegaskan, gelontoran anggaran harus dibarengi sistem yang transparan dan akuntabel.

Dampak ke Anggaran dan Pembinaan Atlet

Dengan bertambahnya cabang, anggaran tidak serta-merta dibagi rata. Erick menjelaskan, alokasi akan disesuaikan dengan kebutuhan tiap cabor prioritas Indonesia. Cabor yang membutuhkan peralatan mahal dan banyak uji coba luar negeri mendapat skema berbeda dengan cabor yang relatif murah dan berbasis kompetisi lokal.

Bagi atlet, status prioritas diharapkan membawa kepastian pembinaan. Program pelatnas, try out, dan dukungan sport science bisa direncanakan lebih panjang, tidak hanya menjelang kejuaraan besar. Pemerintah daerah juga diharapkan ikut menyokong lewat pembukaan pusat pelatihan dan kompetisi berjenjang.

Target Prestasi di Ajang Internasional

Erick menegaskan, penambahan cabor prioritas Indonesia bukan sekadar penyesuaian di atas kertas. Pemerintah memasang target kenaikan jumlah medali di SEA Games dan Asian Games berikutnya, sekaligus memperluas cabang yang bisa menembus Olimpiade.

Ia berharap, dengan fokus baru ini, Indonesia bukan hanya kuat di cabang tertentu saja, melainkan punya portofolio prestasi yang lebih beragam. Erick menutup dengan pesan bahwa kerja sama antara pemerintah, federasi, pelatih, dan atlet menjadi kunci agar perubahan peta prioritas benar-benar terasa hasilnya bagi olahraga nasional.

Berita sport Terupdate hanya di https://pafibelawankota.org

KEMENKES MEDAN

KEMENKES PAPUA

PAFI PUSAT ACEH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *