Pengangguran Jakarta Turun 6%, Irma NasDem Minta Bukti – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi sekitar 6,05% per Agustus 2025. Gubernur Pramono Anung menyebut penurunan itu sebagai hasil rangkaian program penciptaan lapangan kerja yang digencarkan dalam beberapa tahun terakhir.
Tanggapan Kritis Irma NasDem Dalam paparannya, Pramono menjelaskan bahwa pemerintah provinsi berupaya mendekatkan Pengangguran jakarta dengan perusahaan melalui bursa kerja rutin di tingkat kota hingga kecamatan. Selain itu, terdapat kelas pelatihan singkat untuk meningkatkan keahlian di sektor jasa, industri kreatif, hingga teknologi informasi.
Pengangguran Jakarta Turun 6% dengan Program Pemerintah
Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago, menyambut baik kabar penurunan TPT tersebut. Meski begitu, ia menegaskan bahwa klaim keberhasilan tidak boleh berhenti pada angka statistik saja. Irma meminta pemerintah daerah membeberkan data secara lebih rinci, misalnya sektor mana yang paling banyak menyerap tenaga kerja.
Menurut Irma, masyarakat berhak mengetahui apakah lapangan kerja yang tercipta benar-benar berkualitas, memiliki kepastian upah, dan memberikan jaminan sosial.
Irma juga menyoroti berbagai program bantuan sosial dan pangan yang berjalan bersamaan, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar dan kelompok rentan. Program tersebut dinilai membantu menjaga daya beli, namun ia menegaskan bahwa bantuan sosial tidak boleh menggantikan kewajiban negara menyediakan pekerjaan yang layak. “Bantuan boleh jalan, tapi yang utama tetap kesempatan kerja. Itu yang harus dibuktikan secara nyata,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, memandang upaya Pemprov DKI Jakarta bisa menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain. Ia menilai langkah pemerintah daerah cukup komprehensif karena menggabungkan pendekatan sistematis, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan lokal.
Menurutnya, keberhasilan menurunkan TPT akan memberikan dampak berantai bagi perekonomian daerah, mulai dari naiknya konsumsi rumah tangga hingga meningkatnya kepercayaan investor. Karena itu, ia mendorong pemerintah pusat dan daerah lain mengkaji peluang untuk mereplikasi model serupa, dengan menyesuaikan karakter wilayah masing-masing.
Pengangguran di Jakarta dengan Dukungan DPR dan Program untuk Disabilitas
Pramono juga menyinggung program khusus bagi penyandang disabilitas. Dalam satu tahun terakhir, Pemprov DKI menggelar beberapa job fair tematik yang membuka lowongan bagi pencari kerja disabilitas. Dari salah satu kegiatan tersebut, sekitar 150 penyandang disabilitas berhasil direkrut oleh berbagai perusahaan, termasuk BUMD di sektor transportasi.
Gubernur menegaskan, langkah afirmatif seperti ini akan dilanjutkan agar kelompok yang selama ini sulit mengakses pasar kerja bisa mendapatkan kesempatan yang lebih setara. Ia berharap tren penurunan pengangguran dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, seiring pemulihan ekonomi dan perluasan investasi di ibu kota.
Di sisi lain, pengamat ketenagakerjaan menilai transparansi data menjadi kunci agar publik dapat ikut mengawasi klaim keberhasilan pemerintah. Publikasi berkala mengenai jumlah lowongan, profil pekerja baru, serta jenis pekerjaan yang tersedia dinilai penting.
Silahkan Kunjungi https://pafibelawankota.org untuk berita menarik lainnya













Leave a Reply