Purbaya ancam Bea Cukai dalam sebuah pernyataan keras yang langsung menyita perhatian publik. Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menilai pelayanan dan pengawasan di lingkungan Bea Cukai masih jauh dari harapan. Ia bahkan menyebut, bila pembenahan tidak dilakukan serius, bukan tidak mungkin 16 ribu pegawai akan dirumahkan dan lembaga tersebut dibekukan sementara.
Purbaya Ancam Bea Cukai karena Kinerja Dinilai Mengkhawatirkan
Dalam penjelasannya, Purbaya menyoroti banyak keluhan pelaku usaha tentang lambatnya layanan di pintu masuk pelabuhan dan bandara. Proses pemeriksaan barang dinilai berbelit, sementara pungutan yang tidak jelas masih sering dikeluhkan. Menurutnya, kondisi ini mengganggu iklim investasi dan menurunkan kepercayaan terhadap pemerintah.
Ia menegaskan, lembaga yang memegang peran penting dalam arus keluar masuk barang tidak boleh menjadi sumber ketidakpastian. Bea Cukai seharusnya membantu pengusaha, bukan menambah biaya dan waktu. Jika pola kerja lama dibiarkan, ia khawatir Indonesia akan tertinggal dari negara tetangga yang sudah lebih dulu melakukan reformasi layanan.
Apa Maksud Ancaman Pembekuan dan Perumahan Pegawai?
Pernyataan Purbaya tentang kemungkinan pembekuan dan perumahan 16 ribu pegawai memunculkan banyak pertanyaan. Ia menyebut langkah ekstrem itu bisa diambil bila tidak ada komitmen nyata dari pimpinan dan jajaran Bea Cukai untuk berubah. Dalam skenario tersebut, pemerintah bisa menunjuk tim khusus untuk mengambil alih fungsi sementara sambil membersihkan praktik-praktik yang dianggap bermasalah.
Meski demikian, Purbaya menekankan bahwa tujuan utamanya bukan sekadar menghukum pegawai. Ia ingin mengguncang sistem agar manajemen sadar bahwa publik membutuhkan perubahan cepat. Pegawai yang bersih dan berkinerja baik justru diharapkan mendapat perlindungan serta penghargaan lebih layak.
Dampak Ancaman ke Pegawai dan Pelaku Usaha
Ancaman ini langsung memicu reaksi beragam dari kalangan pegawai. Sebagian merasa khawatir masa depan mereka terancam, namun ada juga yang melihat ini sebagai momentum untuk mendorong perbaikan internal. Serikat pekerja menuntut agar proses evaluasi dilakukan secara transparan dan tidak menyamaratakan semua pegawai.
Bagi pelaku usaha, pernyataan keras tersebut memberi harapan baru. Mereka berharap reformasi di Bea Cukai bisa mengurangi biaya logistik, mempercepat proses impor bahan baku, dan memperkuat kepercayaan investor asing. Jika layanan menjadi lebih sederhana dan digital, pengusaha kecil juga dapat bersaing lebih adil.
Purbaya Ancam Bea Cukai demi Reformasi dan Kepercayaan Publik
Purbaya menegaskan bahwa kritiknya bukan serangan pribadi, melainkan bagian dari upaya reformasi lembaga keuangan dan perpajakan. Ia mengingatkan, institusi yang mengelola penerimaan negara harus bersih, profesional, dan melayani. Kepercayaan publik adalah modal utama. Bila masyarakat melihat pemerintah serius membereskan masalah di Bea Cukai, dukungan terhadap kebijakan fiskal dan program pembangunan akan semakin kuat.
Pada akhirnya, bola kini berada di tangan pimpinan Bea Cukai dan kementerian terkait. Publik menunggu apakah ancaman ini akan disambut dengan langkah pembenahan nyata, atau hanya menjadi polemik sesaat yang hilang tanpa perubahan berarti.
Berita sport Terupdate hanya di https://pafibelawankota.org













Leave a Reply